Wednesday, January 30, 2008

saya ingin senang-senang. pulang kerja lepas petang. lalu pergi berenang. atau ke inul nyanyi goyang karawang. boleh juga mancing di empang. atau nongkrong di jalan sabang. atau makan pasta ke kemang. asal jangan nonton wayang. hisap rokok berbatang-batang. minum bir sampai mabuk kepayang. sampai tenggorokan meradang. kepala kliyengan. habiskan uang. yang penting hati senang. tidak terkekang. pikiran jadi terang. pegal-pegal hilang. pulang waktu pagi datang. itupun masih sayang. menikmati jalanan jakarta yang lengang. biar saja dibilang jalang. siapa peduli pisuhan orang. saya ingin senang-senang.

Labels:

Friday, August 10, 2007

(Don’t) Give Me A Reason

Alasan seringkali tidak perlu dicari, tidak perlu diketahui. Lakukan saya, jalani saja, rasakan saja. Ketika sampai pada alasan, semua harus serba rasional, masuk akal, dan harus bisa dipertanggungjawabkan. Lirik lagu yang selalu saya dengarkan belakangan ini rupanya sedikit nyambung dengan film teranyar yang saya tonton di Setiabudi One: Bourne Ultimatum. Jika si vokalis Portishead Beth Gibbons mendesah dalam lagu untuk diberi alasan menjadi sesosok wanita, Jason Bourne sangat ingin tahu alasan ia membunuh. Ketika Gibbons sudah mengetahu hakikat menjadi wanita dan Bourne tahu persis dia tidak punya alasan membunuh sesama, lalu apa? Bukankah lebih nyaman jika Gibbons selalu berpura-pura menjadi gadis kecil dan kepada Tuan Bourne silakan bunuh saya.

I'm so tired of playing,
Playing with this bow and arrow,
Gonna give my heart away,
Leave it to the other girls to play,
For I've been a temptress too long.

Hmm just,
Give me a reason to love you,
Give me a reason to be,

A woman,
I just wanna be a woman.

From this time, unchained,
We’re all looking at a different picture,
Through this new frame of mind,
A thousand flowers could bloom,
Move over,
and give us some room.

So don't you stop being a man,
Just take a little look from our side when you can,
Sow a little tenderness,
No matter if you cry.

Give me a reason to love you,
Give me a reason to be,

A woman,
It's all I wanna be is all woman.

Labels:

Tuesday, July 03, 2007

My Wishful Thinking :
(mencontek blog tetangga)

1. Tiba-tiba "proyek" kami berempat sudah berwujud.
2. Diramal bernasib baik oleh Noldy.
3. Perjalanan ke Tibet.
4. Kesampean beli Bioskop Megaria.
5. Romo Mangun back to the world dan membuat karya-karya arsitektur menakjubkan lagi.
6. Majalah HAI sekeren dulu lagi.
7. Ada film tentang para wartawan gagal.
8. Shannon Hoon dan Kurt Cobain hidup lagi sehingga Blind Melon serta Nirvana gak jadi bubar.
9. Mengetahui fakta sebenar-benarnya tentang peristiwa G30S/PKI.
10. Ada yang nyanyiin lagu Michele-nya The Beatles tengah malem buat gue.
11. Makan stroberi segede-gede Gaban.
12. Punya kulkas kecil di kost buat nyimpen Wine.
13. Menganggap Bandung sebagai kota yang indah.
14. Punya suara asik dan bisa main gitar.
15. Bisa masak masakan serius (bukan indomie telor).
16. Punya tongkat lampu a la polisi lalu lintas.
17. Punya casing akuarium untuk desktop.
18. Ketemu Mimi dan pasangan hidupnya dalam keadaan hidup.

Ternyata banyak ya?? Hehe...Ketidakpuasan adalah nama tengahku...

Labels:

Wednesday, June 20, 2007

Saya benci hujan
Derasnya mengingatkan pada air mata

Saya benci hujan
Menyimpan gemuruh seperti di dalam jiwa

Saya benci hujan
Lampu jalan yang menyala terlalu pagi
Senyuman palsu, menutup gelapnya hati

Saya benci hujan
Karena kini pelangi semakin langka

Labels:

Friday, June 15, 2007

Kepada Pacar (2)

Ketika kamu sakit, aku tidak habis pikir karena harimu penuh tawa. Ketika aku sakit, kamu tidak mengerti karena pekerjaanku amat menyenangkan. Ketika kamu tertawa, aku tidak melihat raut wajahmu. Ketika aku tertawa, aku tidak membaginya denganmu. Ketika kamu sedih, aku tidak bisa merasa. Ketika aku sedih, kamu tidak datang menawarkan selembar tisu.

Labels:

Thursday, June 14, 2007

Kepada Pacar

Saat itu, tidak ada yang lebih kuinginkan selain mati
Dan kamu tidak mengerti
Saat ini, kembali aku ingin bunuh diri
Dan kamu masih belum mengerti

Labels:

Friday, June 08, 2007

Nikah Masal, Nyok

Semalam, saya menonton eksebisi desain produk bersama beberapa kawan. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan kali ini. Pertemuan dengan sesama rekan kuliah itu membersitkan niat yang saya anggap cukup mulia: Nikah Masal!! Ya, nikah rame-rame, berjamaah, semoga pahalanya lebih banyak.

Ada banyak alasan mengapa saya berkeinginan menikah secara masal. Pertama, karena saya rasa tidak adil menyematkan citra “kampungan” pada prosesi pernikahan masal. Rasanya keren kalau saya bisa sedikit memberi arti lain bagi sosok nikahan masal. Kedua, ngirit! Paling tidak biaya sewa lokasi seremoni (which is biasanya paling mahal) bisa ditanggung rame-rame. Belum lagi biaya event organizer, dokumentasi, dan undangan, yang juga bisa patungan. Sementara soal konsumsi, paling nambah dikit untuk para kerabat. Karena konsep nikah masal yang saya usung melibatkan beberapa orang yang saling kenal, kemungkinan besar tamu yang datang juga sama. Artinya, biaya konsumsi untuk rekan bisa ditekan. Ketiga, saya berasumsi, jika yang menikah 3 orang atau lebih maka besar kemungkinan tamu yang hadir makin banyak. Kerap saya menemukan komentar spontan ketika mendapat undangan pernikahan seorang teman. Begini bunyinya, “Siapa yang married? Si Anu ya? Males dateng ah, nggak terlalu deket. Nanti aja kalau Si Itu yang kawin gue dateng.” Pernikahan seorang teman mungkin bisa ditolak tapi pernikahan 4 orang teman sekaligus? Siapapun rela bolos kerja………. Keempat, bagi the jomblo-ers, nikah masal adalah kesempatan emas mendapat jodoh. Siapa tahu sepupu sang pengantin banyak yang cukup kinclong untuk disabet. Kelima, acara ini bisa dijadikan ajang wisata kuliner. Pasti seru kalau dalam satu pesta ada hidangan ala betawi, jawa, manado, sampai italia…yummy!

Jadi, wahai event organizer…tertantangkah dirimu untuk menyiapkan sebuah seremoni yang penuh citarasa dan sanggup menampung keinginan lebih dari 1 klien dalam 1 waktu? Dan bagi para tamu, bagaimana kalian menyiasati pemberian kado bagi lebih dari 1 teman tanpa membuat mereka adu jotos pascapesta? Dan bagi para calon pengantin, siap menerima sebuah konsep baru? Sini…gabung sama tante!

Labels:

Monday, November 20, 2006

Tawa yang Tak Lagi Ada

Tertawa
Dulu, itu hobiku
Tertawa
Dulu, aku identik dengan kebiasaan itu
Mungkin aku terlalu banyak tertawa
Hingga lelah batin ini mencari alasan
Untuk sebersit tawa...

Aku rindu tertawa
Yang dulu tidak pernah kurasa sulit
Aku rindu bahagia
Yang dulu amat kupunya
Aku rindu kehangatan
Yang dulu selalu melingkupi tubuh kerdilku
Tidak perlu usaha keras untuk memberiku rasa hangat
Seperti kukatakan, tubuhku amat kecil
Tapi, kenapa itu sulit kudapat?

Aku rindu Ibuku
Yang selalu ada kapanpun aku merasa sepi
Seperti hari ini
Ketika aku merasa dingin dan sakit sekali...
Bawa aku, Ibu
Ke tempat paling aman yang selalu aku tunggu hadirnya dalam mimpi
Tempat yang hanya diisi bidadari
Dan tidak ada iblis yang mampu mencabik senyumku

Bawa aku ke tempat itu
Tempat yang bisa membuatku tertawa

Bandung, November 20, 2006

Labels:

Monday, November 13, 2006

Someday I'll be Saturday Night

Hey, man Im alive Im takin each day and night at a time
Im feelin like a monday but someday Ill be saturday night

Hey, my name is Jim, where did I go wrong
My lifes a bargain basement, all the good shits gone
I just cant hold a job, where do I belong
Im sleeping in my car, my dreams move on

My name is billy jean, my love was bought and sold
Im only sixteen, I feel a hundred years old
My foster daddy went, took my innocence away
The street life aint much better, but at least I get paid

And tuesday just might go my way
It cant get worse than yesterday
Thursdays, fridays aint been kind
But somehow Ill survive

Hey man Im alive Im takin each day and night at a time
Yeah Im down, but I know Ill get by
Hey hey hey hey, man gotta live my life
Like I aint got nothin but this roll of the dice
Im feelin like a monday, but someday Ill be saturday night

Now I cant say my name, and tell you where I am
I want to roll myself away, dont know if I can
I wish that I could be in some other time and place
With someone elses soul, someone elses face

Im gonna pick up all the pieces and whats left of my pride
Im feelin like a monday, but someday Ill be saturday night

Saturday night here we go
Some day Ill be saturday night
Ill be back on my feet, Ill be doin alright
It may not be tomorrow baby, thats ok
I aint goin down, gonna find a way, hey hey hey

(Hope this will come true, someday
Where I'm dying to wait that day
I'll smile at last and wont last
Hope so...)

Bandung, November 13, 2006

Labels:

Sunday, November 12, 2006

Kapan ya?

Tadi gw ke Sabuga, tempat Anak Gaul Bandung 'berolahraga' di Minggu pagi
Sabuga emang komplit!
Dari mulai kolam renang, lapangan bola, tenis, basket, pokoknya sagala aya deh...
Jajanan??!! Tentu aja kegiatan ikutan ini gak kalah banyak jumlahnya sama prasarana olahraga yang tersedia

Setelah muter-muter ke berbagai UKM dan ngeliat anak kecil pada latihan sepakbola,
gw duduk di bawah sebuah pergola panjang, beralas ubin batu bertekstur
Sejauh mata memandang, hamparan pasangan muda terlihat amat bahagia
Duduk saling berhimpit, sesekali tangan saling bergamit, dan pandangan tak pernah berlawanan
Berutas senyum tergambar di sudut bibir, ada yang lengkap dengan cekungan lesung pipit
Kapan ya gw bisa 'menjadi' mereka?

Kapan ya gw bisa duduk di tempat yang sama dengan perasaan yang jauh berbeda?
Bicara omong kosong seputar kedatangan UFO hingga tebak-tebakan bentuk upil?
Berebut tetes terakhir dari satu-satunya botol aqua yang dibawa pagi itu, sambil tertawa lepas mengalahkan kuntilanak
Kapan ya gw bisa berlama-lama menikmati bunga jingga yang bertaburan sepanjang pergola tanpa khawatir tulisan gak selesai?
Kapan ya gw hanya bisa mendengar suara orang di sebelah gw tanpa terngiang denting lift yang angker*?
Kapan ya???

Kapan yang tak kunjung datang
Namun kan kunanti, selamanya

*akan gw ceritakan kemudian
Bandung, November 12, 2006

Labels: