Monday, January 15, 2007

Balada Tahu Tempe

Aku suka tahu
Setidaknya aku pikir begitu
Satu setengah tahun terakhir aku selalu makan tahu
Tidak pernah kulewatkan satu hari tanpa tahu
Bahkan, aku selalu bermimpi tahu
Aku menjadikan tahu sebagai sandaran hidup
Aku menjadikan tahu sebagai pandangan hidup
Aku makan tahu yang sama setiap hari
Dengan begitu aku menjalani hari yang selalu sama
Bagiku, tahu adalah hidup itu sendiri

Suatu hari, aku mendapat kesempatan
Kesempatan memakan tahu yang paling enak di dunia
Setidaknya begitulah yang ada dalam benak setiap orang
Jantungku berdebar gembira
Hatiku berseru tertawa
Banyak yang menaruh iri kepadaku
Karena hanya sedikit yang bisa mendapat kesempatan itu
Tidak lama lagi, tahu eksklusif itu ada dalam genggamanku
Rasanya tak sabar menanti hari itu
Hari dimana aku bisa makan tahu yang paling mahal
Dan konon paling enak
Langkah besar aku ambil
Meski aku mengerti tahu istimewa punya satu syarat:
Barangsiapa yang sudah mencicipi, tidak boleh lagi kembali ke tahu kelas bawah!

Akhirnya, hari itu tiba
Tahu sudah tersaji di meja, menunggu disantap
Kuhela nafas secukupnya, dan mulai memasukkan tahu istimewa ke mulut
Ternyata,

Huekkkk.........!!!!!!!!!!!!!

Perutku berontak
Rasa getir itu tak kuasa kutahan
Aku muntah sejadi-jadinya
Siapa bilang tahu ini enak????

Lalu aku merenung,
Apa yang salah dari tahu itu
Atau jangan-jangan aku yang keliru
Apa sebenarnya selama ini aku tidak suka tahu?
Jangan-jangan aku hanya merasa aku suka tahu?
Atau apa yang aku makan selama ini ternyata bukan tahu sejati?

Aku menceritakan hal ini kepada semua orang yang kukenal
Pendek kata, mereka bilang, "Kamu tolol!! Cuma ada satu tahu di dunia ini yaitu tahu istimewa itu. Kmu bukan pecinta tahu klo tidak bisa memakan dan menikmati tahu itu!!!"
Aku kehilangan arah...bingung setengah mati
Lalu aku mencoba membiasakan diri dengan si tahu istimewa
Aku mencoba menelannya, meski amat sulit
Semakin lama, hanya getir yang bisa kukecap
Dan aku tidak bisa kembali ke tahu murahan yang sangat aku suka
Sakit sekali rasanya...

Hingga suatu hari,
Aku memutuskan berhenti makan tahu
Aku benci tahu
Aku muak dengan segala filosofi yang terkandung di dalam tahu
Aku harus mengambil sikap, aku harus berontak
Selamat tinggal tahu

Sekarang, aku makan tempe setiap hari
Entah sampai kapan
Meskipun rasanya tidak selembut tahu
Dan bentuknya mirip kumpulan jerawat wajah
Aku menyukainya
Entah sampai kapan
Aku sangat berharap bisa menautkan hatiku pada tempe
Aku sangat berharap bisa selalu setia pada sebentuk tempe
Tempe yang sudah menyelamatkan hatiku, hidupku


Jakarta, Januari 15, 2007

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home